Fun Learning DPC HPI Sleman ke Rumah Atsiri di Tawangmangu Jawa Tengah
DPC HPI Sleman berfoto bersama Panitia Peningkatan Profesionalisme dan Kompetensi Profesi Usaha Jasa Pariwisata Sleman Tahun 2020 di Pelataran Rumah Atsiri Tawangmangu Jawa Tengah
11 Maret 2020
Fun Learning DPC HPI Sleman ke Rumah Atsiri di Tawangmangu Jawa Tengah
Berita HPI Sleman- Anggota DPC HPI Sleman lagi-lagi mendapat kesempatan untuk melakukan studi wisata yang mereka sebut fun learning; belajar, bersiwata dengan riang gembira. Menurut pengertian salah satu peserta, Ibnu Wiatana dari divisi Itali, Belajar tidak harus serius tapi juga bisa dilakukan dengan santai dan menyenangkan namun tidak menghilangkan esensi tentang apa yang kita pelajari. Fun learning ini merupakan rentetan kegiatan acara " Peningkatan Profesionalisme dan Kompetensi Profesi Usaha Jasa Pariwisata Sleman Tahun 2020" yang diinisiasi dan dsponsori oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman. Tempat tujuan fun learning kali ini adalah Rumah Atsiri yang berlokasi di Tawangmangu, Jawa Tengah.
Memulai perjalanan dari Hotel Atrium Jalan Solo, peserta fun learning dari DPC HPI Sleman berkumpul dan berangkat jam 08.00. Perjalanan dari Jogjakarta menuju Rumah Atsiri, Tawangmangu, menempuh jarak kurang lebih 100 kilometer dan menghabiskan waktu tiga jam. Perjalanan dibuka dengan do'a yang dipimpin oleh Arinto Prakoso, divisi bahasa Inggris, dan dilanjutkan dengan penjelasan dan beberapa hal yang harus dipersiapkan dan dijelaskan selama melakukan perjalanan. Tidak hanya itu, setiap peserta secara bergantian juga ikut mengisi materi tentang pengalaman dan minat mereka terkait dunia pariwisata. Peserta lainnya pun turut berinteraksi dengan melakukan tanya jawab sehingga suasana di dalam bis cukup hidup dan interaktif. Gelak tawa pun terdengar dari berbagai sudut karena penjelasan yang disampaikan diselingi dengan candaan sehingga tujuan learning with fun (belajar dengan riang gembira) pun tercapai. Tidak terasa, 3 jam perjalanan sudah berlalu dan peserta sudah sampai di Rumah Atsiri Tawangmangu. Selanjutnya, peserta digiring menuju ruang workshop dan dijelaskan bagaimana, kapan, dimana, dan apa itu Rumah Atsiri.

Rumah Atsiri Tawangmangu dibangun pada sekitar tahun 1963 pada pemerintahan presiden pertama Indonesia, Ir. Suekarno, dengan melakukan kerjasama dengan Bulgaria. Namun, karena ada peristiwa pemberontakan di Indonesia pada tahun 1965 maka suasana dalam negeripun tidak terkendali dan Rumah Atsiri pun terkena dampaknya. Banyak pihak yang berniat menyelamatkan Rumah Atsiri dengan melakukan pembelian dan pemeliharaan namun gagal. Meskipun sempat bertahun-tahun terbengkalai, akhirnya Rumah Atsiri diakuisisi oleh Swasta tahun 2015. Setelah dilakukan perbaikan, renovasi, dan manajemen ulang. Akhirnya pada tahun 2018 Rumah Atsiri mulai menerima kunjungan.
Atsiri sendiri merupakan istilah zat yang dihasilkan dari ekstraksi atau penyulingan untuk mendapatkan minyak dari tanaman, bunga, hewan dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan minyak yang nantinya berguna untuk beberapa hal seperti, aroma terapi, medis, maupun edukasi. Pada masanya, Rumah Atsiri merupakan tempat penyulingan minyak terbesar se-Asia dan kedua di dunia setelah Bulgaria. Sampai saat ini, masih banyak peninggalan dari masa awal pembangunan Rumah Atsiri, bahkan dikatakan bahwa arsitekturnya masih asli sesuai dengan blue print yang dibuat pada tahun 1963. Selain itu, Rumah Atsiri merupakan suplier aromaterapi untuk RS. Sardjito Jogjakarta. Berbagai fasilitas ditawarkan untuk menarik lebih banyak pengunjung seperti: tempat workshop, ruang ekstraksi, museum, musholla, toilet dan sedang dibangun glamour camping ground.
Setelah worksop di kelas, peserta dipersilahkan untuk istirahat makan siang, dan solat. Setelah itu dilanjutkan dengan study tour dengan berkeliling di lingkungan Rumah Atsiri dengan mempelajari tanaman yang dibudidayakan disana, manfaat yang diberikan, dan proses produksinya. Peserta dari DPC HPI Sleman dipandu oleh guide lokal yang muda dan berpengalaman, sehingga penyampaian lebih interaktif dan menyenangkan. Sesi pembelajaran ditutup dengan mengunjungi museum yang berisi tentang informasi sejarah, jenis-jenis tanaman dan proses produksi atsiri dari seluruh dunia. Selain tempat pembelajaran seperti workshop, study tour, dan museum. Rumah Atsiri juga menyediakan art shop yang berisi produk yang diproduksi oleh Rumah Atsiri sehingga pengunjung bisa memiliki dan membawa pulang sebagai oleh-oleh untuk keluarga, teman, atau tetangga.
Jam 16:00 para peserta bersiap-siap untuk bergegas ke Jogjakarta. Semua sepakat bahwa Rumah Atsiri merupakan tempat yang cocok untuk berwisata dan belajar karena banyak pengetahuan tentang atsiri yang bisa didatpatkan di sana, fasilitasnya juga lengkap, bersih, edukatif dan instagrammable.
Laporan oleh
Humas DPC HPI Sleman
