Pariwisata Ramah Muslim
Peserta diskusi dari HPI, Asita, PHRI, Forkom Pokdarwis, Akademisi, Budayawan, Dewan dan Dinas Pariwisata.
Salam Pramuwisata
Pariwisata Ramah Muslim adalah materi yang jadi bahan kajian di pendopo Desa Wisata Trumpon, Merdikorejo, Tempel, Sleman. Hari Selasa 14 April 2026 dipilih sebagai waktu yang dimulai tepat jam 09,00 wib. Dipandu oleh Romi (HPI) sekaligus sebagai moderator diskusi kali ini. Pak Agus sebagai Lurah Merdikorejo mengawali dengan kata sambutannya tentang potensi yang dimiliki oleh Kalurahannya. Dan dilanjut oleh pak Arif dari Dispar DIY yang menyambut sekaligus membuka acara. Pak Bazit dari komisi B juga ikut mengapresiasi acara ini. Dan akan membawa hasil diskusi kali ini ke ranah dewan untuk materi yang bisa dikaji di DPRD.
Pemateri pertama yang tampil mas Gifari yang sudah malang melintang di dunia wisata halal. Definisi dan cakupannya apa saja dijelaskan dengan santai. Dilanjutkan dengan materi kedua bpk.Ravi yang dosen budaya di UII. Terakhir kesimpulan dari bahasan materi disampaikan oleh mas Irfan Afifi sebagai seorang budayawan. Disimpulkan bahwa sebenernya di Jogja ini dari dulu pariwisatanya sudah ramah muslim. Karena DIY sebagai wilayah dibawah kesultanan mataram Islam. Sehingga tinggal payung hukumnya yang harus menaungi hal ini.
Diskusi semakin hidup dengan penyampaian pengalaman di lapanyan tentang pariwisata ramah muslim oleh kang Iqbal sebagai pramuwisata yang eksekusi langsung ke wisatawan. Ditambah masukan dari Asita yang diwakili om Otto dan juga usulan dari mba Esti dari Pokdarwis.
Menarik sekali kajian kali ini, semoga ada kelanjutan payung hukum yang melindungi pariwisata ramah muslim di Jogja tercinta ini.
Salam HPI jaya
Admin
