Fun Walking Tour Bersama DPC HPI Sleman
Peserta Walking Tour berswafoto di sela-sela kegiatan susur sawah
Fun Walking Tour Bersama DPC HPI Sleman
Di Ruas Bambu Nusa Cangkringan
Minggu, 18 Oktober 2020
Sleman - Setelah sekian lama tidak bersua, akhirnya DPC HPI Sleman kembali mengadakan kegiatan yang sudah lama ditunggu-tunggu yaitu Walking Tour. Tempat yang dipilih sejuk, asri dan aman tentunya karena mempunyai ukuran yang luas dan di ruang terbuka. Ruas Bambu Nusa terpilih untuk menjadi titik kumpul para peserta. Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya Tempat yang berlokasi di Cangkringan ini mempunyai konsep yang sangat unik yaitu Eco Art. Konsep yang diusung ini pada intinya membuat kita kembali kepada alam. Lebih lanjut, Kita tidak bisa memaksa alam. Misalnya, Kita mau ayam kita bertelur setiap hari. Tapi, siklus ayam bertelor adalah 9 hari. Setelah itu dia mengerami telurnya. Jadi disinilah seninya alam. Yang akhirnya menghasilkan 1+1=.... Bisa 4 bisa 7 bahkan bisa punah atau 0. Seperti 1 ekor jago ditambah 1 ekor ayam betina bisa menjadi 9 nantinya. Tapi bisa juga mati semua karena bencana. Pada prinsipnya, alam ini bukan warisan nenek moyang kita. Tapi alam yg sekarang kita nikmati adalah titipan anak cucu kita yang harus kita jaga kelestariannya.

Kegiatan outdoor yang dilaksanakan pada hari minggu ini diikuti oleh sekitar 30 peserta. Tak sampai disitu, acara juga dihadiri oleh Ketua DPD HPI DIY, Imam Widodo, yang hadir mengenakan kostum a la petani seperti konsep kegiatan yang diusung pada kegiatan ini. Acara dibuka jam 09:00 WIB, setelah pemaparan teknis dan rute walking tour peserta mulai menyusuri rute yang sudah ditentukan panitian yaitu Ruas Bambu Nusa, pabrik keju, Tito Alba, Nira Camper, dan kembali lagi ke Ruas Bambu Nusa. Beberapa peserta membawa serta keluarganya karena jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dan medan yang tidak sulit disusuri.
Pemberhentian pertama yaitu di Tito Alba. Tito Alba merupakan tempat Konservasi Burung Serak Jawa atau yang lebih dikenal dengan burung hantu. Di sana, peserta dijelaskan habitat Burung hantu: bagaimana mereka hidup, mencari makan, bahkan perbedaan perlakuan warga lokal dulu dan sekarang setelah adanya konservasi Burung Serak Jawa.

Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi perkebunan lokal dengan berbagai macam tanaman yang dikelola langsung oleh warga lokal. Meskipun tidak terlalu luas, tempat ini biasanya menjadi tempat pelatihan dan penyuluhan yang dihadiri oleh puluhan bahkan ratusan peserta. Sebelum mencapai garis finish, peserta disuguhkan pemandangan yang sangat indah dan juga pengalaman yang menakjubkan dengan menyusuri pematang sawah. Panorama ini tentunya jarang kita jumpai di kota-kota besar.

Sesampainya di Ruas Bambu Nusa, Peserta dipersilahkan beristirahat terlebih dahulu sambil menikmati snack yang sudah dipersiapkan panitia. Selanjutnya, kegiatan berlanjut dengan melihat demo rosting kopi menggukanan gerabah dan cara menyeduh kopi yang benar oleh Barista Agoez yang juga merupakan Pengurus DPC HPI Sleman. Kemudian dilanjutkan pemaparan cara pembuatan snack eggroll, nastar, dan lumpia dengan bahan dasar Salak oleh Budi Legowo.
Acarapun ditutup dengan pembagian hadiah kepada peserta dengan kostum trerbaik. Hadiah diserahkan langsung oleh Ketua DPD HPI DIY, Imam Widodo.

