Inovasi Di Tengah Pandemi - Pelatihan Virtual Tour Bersama Pemandu Wisata Yogyakarta
Andi Volcano, Inisiator Volcano Virtual Tour, tengah memberikan sambutan kepada peserta di acara Pelatihan Virtual Tour via ZOOM
Pelatihan Virtual Tour via ZOOM
Pengenalan dan Pengoperasian Aplikasi ZOOM Kepada Anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia Yogyakarta
Sleman, 3 Agustus 2020
Tahun 2020 dibuka dengan kondisi pariwisata Indonesia yang lesu akibat serangan Virus Corona. Virus yang bermula di Wuhan Tiongkok ini menyebar luas ke seluruh dunia dalam waktu sekejap. Pemerintah Indonesia sempat percaya diri tidak akan terserang virus ini, namun dalam perjalanannya Indonesia akhirnya tumbang. Pada awal Maret, Indonesia Mengumumkan 2 kasus pertamanya. Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, didampingi oleh Menteri Kesehatan, Dr. Terawan Agus Putranto. Dalam beberapa bulan saja, pasien terinfeksi di Indonesia mencapai lebih dari 100,000 kasus.
Guna menyelamatkan sektor Pariwisata, awalnya pemerintah sempat berencana menggelontorkan dana sebesar 75 Miliar rupiah dalam rangka promosi pariwisata dan menggunakan jasa influencer untuk tetap menjaga kondisi pariwisata Indonesia. Namun, pukulan virus corona semakin deras mengakibatkan pariwisata jatuh. Pariwisata merupakan sektor yang terkena dampak korona paling parah. Jasa penerbangan, restoran, perhotelan, objek wisata, desa wisata, transportasi, dan lain-lain mengalami koma karena semua orang dihimbau untuk tinggal di rumah untuk menghindari infeksi virus korona yang menular human to human dengan cara bersentuhan ataupun droplet. Banyak Negara yang melakukan lockdown, menutup perbatasan dan melarang penerbangan internasional yang berakibat matinya sektor pariwisata.
Dampak ini juga dirasakan semua pemandu wisata di Yogyakarta. Klien batal datang berkunjung ke Yogyakarta, maka banyak jadwal kerja yang sudah dipersiapkan dan dipesan sejak lama dibatalkan. Pada awalnya, banyak yang meratapi kehilangan pekerjaan yang didambakan dan sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Namun, meratapi keadaan bukanlah hal yang berguna. Akhirnya, Muda-mudi HPI (Himpunan Pramuwisata Yogyakarta) yang dimotori oleh Oki Mukti, Isa Ukhuwah Islamiyah, Halim, dan Romi Maulidi mempelopori adanya pelatihan virtual tour sebagai sarana alternatif tour bagi para pecinta travelling untuk melakukan tour.

Flyer Pelatihan Aplikasi ZOOM
Di jaman modern yang serba digital, muda-mudi tersebut memanfaatkan teknologi guna melakukan inovasi sekaligus motivasi bagi para pemandu wisata agar tetap kreatif dan produktif selama masa pandemi. Setelah dilakukan beberapa simulasi, akhirnya acara pelatihan pun terlaksana pada hari Senin Jam 10:00 -12:00 di Disawa Pawon yang berlokasi di Jl. Sawahan Lor, Demangan, Wedomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Acara ini merupakan kegiatan English Club HPI Yogyakarta.
Acara berlangsung interaktif karena para peserta sangat antusias mengikuti jalannya pelatihan. Acara dimulai dengan sambutan oleh perwakilan dari DPD HPI Yogyakarta dan English Club, Roy Pardede, dilanjutkan pemberian sambutan kedua oleh inisiator Volcano Virtual Tour, Andi Volcano. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemaparan virtual tour oleh Oki Mukti dan teknis pengoperasian ZOOM oleh Isa Ukhuwah Islamiyah. Peserta juga didampingi oleh Romi Maulidi dan Halim dalam penerapan aplikasi untuk meningkatkan pemahaman peserta.

Peserta belajar mengoperasikan aplikasi zoom
Karena tingginya antusiasme peserta, maka acarapun dilanjutkan kembali setelah makan siang dengan acara tanya jawab dan konsultasi kesulitan peserta dalam pengoperasian aplikasi zoom. Sebelum ditutup, ada pemberian give away kepada peserta yang memiliki like dan view terbanyak dengan cara posting foto dan video acara pelatihan aplikasi zoom. Jumlah foto dan video yang diposting tidak dibatasi, peserta dapat posting sebanyak mungkin dan pemenangnya ditentukan dengan menghitung akumulasi jumlah like dan view di media sosial seperti watsapp, facebook dan instagram. Setelah dilakukan penghitungan, ada beberapa kandidat yang memiliki postingan terbanyak yaitu Andi Muhiudin, Dian Nurmiyati, dan Kabul. Setelah dihitung dengan seksama maka Bapak Kabul ditetapkan sebagai pemenang dengan jumlah like dan view di media sosial sebanyak 278. Pemenang mendapatkan kaos gowes limited edition dan impor dari California, Amerika Serikat.

Bapak Kabul menerima hadiah give away berupa kaos gowes limited edition dan import dari California, Amerika.
Jam 14:00 WIB acara ditutup dan follow up akan diadakan melalui daring dengan aplikasi zoom karena peserta sudah memahami bagaimana cara membuat meeting dan join meeting di aplikasi zoom. Jadi, akan lebih mudah untuk peserta menerapkannya di rumah masing-masing. Acara ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan juga menjadi motivasi untuk pemandu wisata tetap produktif selama masa pandemi.
Penulis
Romi Maulidi
HUMAS DPC HPI Sleman
